SABASA 2026: Enam Sekolah Alam Belajar dan Bertumbuh Bersama, Sahabat Alam Parung Turut Ambil Bagian
Tiga hari penuh inspirasi di Sekolah Alam Bogor, membedah strategi, DNA sekolah, hingga Business Model Canvas untuk membangun sekolah yang semakin kuat dan berkelanjutan.
BOGOR — Semangat untuk terus belajar dan berkembang membawa Sekolah Sahabat Alam Parung menjadi bagian dari SABASA (Sekolah Alam Bantu Sekolah Alam), sebuah forum pembelajaran dan kolaborasi antarsekolah alam yang berlangsung selama tiga hari, 8–10 September 2026, di Sekolah Alam Bogor.
Kegiatan ini diikuti oleh enam sekolah alam, yang berkumpul dalam satu ruang untuk berbagi pengalaman, memperkaya perspektif, sekaligus mencari berbagai strategi terbaik dalam mengembangkan sekolah masing-masing.
Bagi Sekolah Sahabat Alam Parung, keikutsertaan dalam SABASA bukan sekadar menghadiri pelatihan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi manajemen untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan sekolah, mengenali kekuatan yang dimiliki, dan merancang langkah ke depan secara lebih strategis.
Empat Perwakilan Manajemen Sahabat Alam Parung
Sekolah Sahabat Alam Parung mengirimkan empat perwakilan dalam kegiatan SABASA, yaitu Pak Joko, Bu Nunu, Bu Rina, dan Pak Suherman.
Keempatnya hadir mewakili manajemen sekolah untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan diskusi. Kehadiran mereka diharapkan menjadi jembatan untuk membawa berbagai wawasan dan praktik baik dari SABASA kembali ke lingkungan Sekolah Sahabat Alam Parung.
“Sekolah yang ingin bertumbuh harus memiliki keberanian untuk terus belajar, melihat ke dalam dirinya sendiri, dan terbuka terhadap pengalaman sekolah lain.”
Semangat tersebut terasa kuat sepanjang kegiatan. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi, melakukan refleksi, dan melihat berbagai persoalan sekolah dari sudut pandang yang lebih luas.
Dari Mengenali DNA hingga Menyusun Strategi Sekolah
Salah satu hal menarik dari SABASA adalah keberagaman materi yang diberikan. Pembelajaran tidak hanya berbicara mengenai proses pendidikan di kelas, tetapi juga menyentuh aspek yang sangat penting dalam keberlangsungan sebuah sekolah.
Beberapa materi yang menjadi bagian dari rangkaian SABASA antara lain School Management, School Strategic Plan, Business Model Canvas, Find Your DNA, Why #SekolahAlam (Insight), Program Management, Ecosystem Kampung, serta Lenting Talks sebagai ruang refleksi.
Materi-materi tersebut membuka kesadaran bahwa membangun sekolah membutuhkan lebih dari sekadar program pembelajaran yang baik.
Sekolah juga perlu memiliki identitas yang kuat, strategi yang jelas, pengelolaan yang sehat, model pengembangan yang berkelanjutan, serta kemampuan membaca perubahan lingkungan.
Menemukan DNA Sekolah
Materi Find Your DNA menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran. Sekolah diajak untuk mengenali apa yang menjadi karakter, kekuatan, keunikan, dan nilai utama yang membedakannya dari sekolah lain.
Dengan mengenali DNA tersebut, sekolah tidak harus selalu mengikuti pola sekolah lain.
Sebaliknya, sekolah dapat membangun strategi berdasarkan kekuatan dan karakter alaminya sendiri.
Bagi Sekolah Sahabat Alam Parung, perspektif ini menjadi bahan refleksi yang sangat berharga. Pengembangan sekolah ke depan diharapkan semakin berangkat dari kekuatan yang memang dimiliki sekolah, sekaligus tetap terbuka terhadap inovasi dan pembelajaran baru.
Business Model Canvas: Melihat Sekolah dari Perspektif yang Lebih Luas
Materi lain yang menarik perhatian peserta adalah Business Model Canvas (BMC).
Melalui BMC, peserta diajak melihat sekolah sebagai sebuah ekosistem yang memiliki berbagai elemen yang saling berkaitan. Mulai dari nilai yang ditawarkan sekolah, siapa yang dilayani, hubungan dengan orang tua dan masyarakat, aktivitas utama, sumber daya, hingga aspek pembiayaan dan keberlanjutan.
Pembelajaran ini memberikan sudut pandang baru bahwa keberhasilan sekolah bukan hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh bagaimana seluruh ekosistem sekolah dikelola.
Dengan demikian, sekolah dapat terus memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus memiliki fondasi manajemen yang kuat.
Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Ruang untuk Saling Menguatkan
Hal yang membuat SABASA terasa istimewa adalah semangat yang dibangun.
Enam sekolah alam tidak datang untuk saling membandingkan, tetapi untuk saling belajar.
Pengalaman satu sekolah dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya. Tantangan yang pernah dihadapi sebuah sekolah dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah lain. Begitu pula praktik baik yang sudah berhasil dapat dibagikan agar manfaatnya semakin luas.
Semangat inilah yang menjadi ruh dari SABASA:
Sekolah Alam Bantu Sekolah Alam.
Sebuah gagasan sederhana, tetapi memiliki makna yang besar. Ketika sekolah bersedia berbagi dan belajar bersama, maka pertumbuhan tidak lagi menjadi perjuangan masing-masing sekolah, tetapi menjadi gerakan bersama.
Membawa Pulang Inspirasi untuk Sahabat Alam Parung
Tiga hari di Sekolah Alam Bogor akhirnya bukan sekadar tiga hari mengikuti agenda pelatihan.
Ada gagasan baru yang dibawa pulang, pertanyaan baru yang perlu dijawab, strategi yang perlu dikaji, serta berbagai peluang pengembangan yang dapat ditindaklanjuti.
Bagi empat perwakilan manajemen Sekolah Sahabat Alam Parung, pengalaman ini menjadi bekal untuk kembali melihat sekolah dengan perspektif yang lebih luas.
1 Komentar
Suherman – September 10, 2026
Masha Allah Tabarakallah, ilmu banyak yg didapat gak terasa 3 hari 2 mlm masih kurang