Sekolah Sahabat Alam kembali menghadirkan program edukatif bagi orang tua melalui kegiatan Sekolah Orang Tua (SOT) yang dilaksanakan pada 04 April 2026. Mengangkat tema “Anak Melihat, Anak Meniru”, kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dra. Euis Sufi Jatiningsih, M.Pd., yang membahas pentingnya peran orang tua sebagai teladan utama dalam kehidupan anak.
Kegiatan ini diikuti oleh wali siswa TK dan SD, alumni, serta calon wali siswa, yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa orang tua merupakan “kurikulum hidup” bagi anak. Setiap perilaku nyata dalam keseharian—baik dalam etika, pengelolaan emosi, hingga kebiasaan sederhana seperti pola makan—akan diamati, direkam, dan ditiru oleh anak melalui proses atensi dan reproduksi.


Lebih dari itu, orang tua juga diharapkan mampu menjadi filter utama bagi berbagai pengaruh eksternal, seperti tontonan digital maupun lingkungan pergaulan. Dengan demikian, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter prososial, berakhlak baik, serta mampu berinteraksi secara positif di masyarakat.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar ini berlangsung interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber pada sesi tanya jawab, sehingga pemahaman yang diperoleh menjadi lebih mendalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya seminar, kegiatan SOT juga diramaikan dengan bazaar dan pameran hasil karya siswa yang menampilkan kreativitas serta proses pembelajaran anak di Sekolah Sahabat Alam. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi antara pendidikan di sekolah dan peran orang tua di rumah.
Menariknya, kegiatan ini juga mengusung konsep minim sampah (eco-friendly event). Seluruh peserta dihimbau untuk membawa wadah dan tumbler pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Para peserta bazaar pun didorong untuk menggunakan kemasan ramah lingkungan (recyclable) serta bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah, baik dengan mengembalikannya kepada penjual maupun membawanya pulang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa pendidikan karakter anak tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi berawal dari rumah. Keteladanan orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang berakhlak, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.
Karena pada akhirnya, anak tidak hanya mendengar apa yang diajarkan, tetapi meniru apa yang dilakukan.





