Pada hari Kamis, 11 Juni 2026, telah dilaksanakan kegiatan Ekspedisi Gunung Munara Part III sebagai bagian dari program pelatihan dan penguatan karakter bagi tim manajemen dan guru baru. Kegiatan ini mengusung tema “Menjaga Alam, Menaklukkan Diri” , yang sarat makna akan pentingnya keseimbangan antara kepedulian terhadap lingkungan dan pengendalian diri sebagai pendidik.
Gunung Munara dengan ketinggian 1.119 mdpl yang terletak di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor menjadi lokasi yang tepat untuk menghadirkan pengalaman belajar di alam terbuka. Perjalanan menuju puncak tidak hanya menyuguhkan keindahan panorama alam, tetapi juga tantangan fisik yang menguji daya tahan, ketangguhan, serta kerja sama tim.



Ekspedisi ini diikuti oleh tim manajemen dan para guru baru yang dengan penuh semangat mengikuti setiap tahapan perjalanan. Jalur yang menanjak dan medan yang cukup menantang menjadi sarana nyata untuk melatih fisik, sekaligus membangun mental yang kuat, sabar, dan pantang menyerah. Dalam setiap langkah, peserta diajak untuk saling mendukung, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.
Lebih dari sekedar kegiatan pendakian, ekspedisi ini menjadi media refleksi diri. Para peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi pendidik tidak hanya dituntut kuat secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual. Nilai-nilai seperti disiplin, kepemimpinan, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan terhadap alam menjadi bagian penting yang ditanamkan dalam kegiatan ini.
Tema “Menjaga Alam, Menaklukkan Diri” diwujudkan melalui aksi nyata selama kegiatan, seperti menjaga kebersihan jalur pendakian, tidak merusak lingkungan, serta membiasakan sikap peduli terhadap alam sekitar. Di sisi lain, setiap peserta juga diajak untuk “menaklukkan diri”—mengelola rasa lelah, menguatkan tekad, dan menjaga semangat hingga mencapai tujuan.
Melalui kegiatan Ekspedisi Gunung Munara Part III ini, diharapkan para guru baru dan tim manajemen memiliki fondasi yang kuat dalam menjalankan peran sebagai pendidik di Sekolah Sahabat Alam. Tidak hanya siap mengajar di kelas, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam ketangguhan, kepedulian, dan kecintaan terhadap lingkungan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Alam adalah guru terbaik, dan setiap perjalanan adalah pelajaran berharga untuk membentuk pribadi yang lebih kuat, bijak, dan berdampak. (mhs)🌿